09/02/14

Kind of Disaster (with Indonesia translation)



FLOOD

Flood is a disaster that caused by clogged drain, water absorption that not enough,  problem in the river like the building on the river which block the water flow, trash in the river which makes the flow in the river not perfect, river silting etc. Clogged drains can caused by trash, volume of rainwater, drain construction, and water absorption that not enough is caused by lack of green areas.In the area which near with beach, flood is also caused by tide of sea water. Flood can caused many desease like diarrhea, scarlet fever, malaria, itching, vomiting, etc. Flood also caused house damage and sometimes flood make people died.

Clogged drain : selokan buntu 
Water absorbtion : resapan air
Building : bangunan
River Silting : pendangkalan sungai
Lack : kurangnya
Tide : pasang surut 

EARTHQUAKE

There are two types of earthquakes, the tectonic and volcanic earthquakes. Tectonic earthquakes is caused by movement of tectonic plates especially convergent movement. Tectonic earthquake often occur in Indonesia because Indonesia is located in two continental plates such as Asian Continent and Australian Continent. In Indonesia also often hit by volcanic earthquake because in Indonesia there are lot of volcanic mountain or active mountain. Volcanic earthquakes is caused by activity inside the volcanic mountain and volcanic explosion. If you face a earthquake my advice is, don’t be panic, run out to the outdoor area or hide under the table, avoid a building around you especially high building and pray.

Tectonic plates : lempeng tektonik
Convergent movement : gerakan konvergen (gerakan dua lempeng bumi yang saling mendekat)
 
TSUNAMI 
 
Tsunami is Japanese word that mean big waves in the harbor. Tsunami is caused by earthquake under the sea like tectonic earthquake in the seabed or volcanic earthquake from the mountain in the mid-sea or under the sea. Tsunami also can caused by meteor pounding in the sea. 90% Tsunami is caused by earthquake under the sea. Vertical movement in earth’s crust caused seabed suddenly move up and move down. The sea water become unstable and caused a big waves that hit an areas near the beach. Magnitude of the wave is determined by the magnitude of the quake and the water pressure. Before Tsunami hit mainland usually there are earthquakes around the beach area and then the sea water suddenly disappear or receding. If you face this situation you must run away from the beach as far as possible and go to the high area.

Seabed: dasar laut
Pounding : hantaman
Vertical movement : gerakan vertikal
Magnitude : kekuatan
Mainland : daratan
Receding : surut 

FLASH FLOOD

Flash flood is flood that caused by continous rain until make high volume of water in an area. Because of the volume of water too much the land in that area can’t absorb it well, so that the water flow to the lowest area but not through the river. The water flow through all possible area like forest, houses, farm, rice field, plantation,etc with high speed. So that flash flood’s water is brown because it contain land, mud, soil, plant, etc. This disaster caused a lot of losses so you must keep a environmental balance to avoid it.

Flash flood : banjir bandang
Continous rain : hujan berkelanjutan, hujan terus menerus
Losses : kerugian

Resensi Novel Remember When (karya Wina Effendi)



Masa-masa SMA sering disebut sebagai masa-masa yang tidak terlupakan. Tak sedikit orang yang menganggap bahwa SMA adalah masa-masa indah dalam hidup mereka karena ada banyak peristiwa yang terjadi disana, baik susah maupun senang yang selalu menarik untuk diingat. Masa-masa itulah yang menjadi inspirasi bagi novel Remember When karya Winna Efendi. Dari judulnya Winna Efendi sudah mengajak pembacanya untuk mengenang kembali momen-momen remember when mereka masing-masing.
Cerita berawal saat dua orang pemuda berlomba-lomba untuk menyatakan cinta. Mereka adalah Adrian yang menjadi bagian dari tim basket sekolah dan Moses yang menjabat sebagai ketua OSIS yang rajin dan perfeksionis. Singkat cerita mereka berdua berhasil mendapatkan kekasih mereka sejak saat itu dengan caranya masing-masing. Moses berhasil mendapatkan hati Freya, siswi pintar yang menjadi pararel 1 dan bersifat introvet sedangkan Adrian akhirnya berpacaran dengan Gia yang ramah dan menjabat sebagai sekretaris OSIS. Tak jarang mereka menghabiskan hari-hari mereka dengan double date.
Perubahan-perubahan mulai terjadi seiring berjalannya waktu sendria.blogspot.com. Freya mulai merasa jenuh dengan hubungannya yang monoton apalagi Moses cenderung pendiam dan selalu sibuk dengan kegiatan OSIS-nya. Sedangkan Adrian merasa hubungannya semakin tidak sehat, mulai dari kebohongan-kebohongan kecil yang ia lontarkan hingga mengambil kehormatan kekasihnya.
Klimaks dari cerita ini berawal saat Adrian terpaksa harus menjemput Freya ke café yang biasa mereka kunjungi untuk double date karena Moses mengikuti tambahan pelajaran dan tidak bisa menjemputnya. Adrian mulai mengetahui sisi lain dari Freya yang selama ini dikiranya gadis kutu buku yang membosankan. Freya ternyata memiliki selera musik yang bagus dan lama-lama terlihat cool, membuat pemuda itu mulai tertarik. Ditambah lagi saat Adrian kehilangan ibunya karena kecelakaan, di saat-saat seperti itu Gia tidak bisa menemaninya karena mengikuti kegiatan OSIS di luar kota bersama Moses dan pengurus OSIS lainnya. Maka Gia meminta bantuan Freya untuk menghibur Adrian selagi menunggunya tiba sendria.blogspot.com. Tatapan Freya yang penuh pengertian karena kesamaan nasib dan kehadirannya yang tidak terlalu banyak bicara membuat Adrian pertama kalinya merasa nyaman berada di samping perempuan lain selain Gia. Begitu pula dengan Freya yang memiliki perasaan pada Adrian terlebih pada suatu waktu Adrian menciumnya.
Freya dan Adrian pun terlibat cinta terlarang yang membuat persahabatan dan hubungan mereka berempat berantakan. Freya dan Moses akhirnya putus sedangkan Adrian dan Gia memiliki tanggung jawab yang berat terlebih Gia yang sangat mencintai Adrian dan mati-matian mempertahankan hubungannya. Setelah melalui alur yang panjang Gia akhirnya sadar bahwa ia harus melepaskan Adrian dan tidak bisa meneruskan hubungan yang didasari rasa bersalah, rasa kasihan dan keegoisan tersebut. Akhir cerita, Freya bertemu lagi dengan Moses di Fakultas yang sama dan menjalin persahabatan, Gia mengenal Erick yang mengerti luka batinnya dan setelah lulus dari studi di luar negeri Adrian kembali ke Indonesia untuk Freya dan mereka memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu. Perjalanan pahit dan baik mereka akhirya mereka kenang kembali lewat foto ketika mereka dewasa.
Novel ini berhasil membuat saya sebagai pembaca turut bernostalgia melalui kejadian-kejadian yang dialami para tokohnya dan berhasil mengingatkan saya akan peristiwa-peristiwa duka dan senang yang telah saya lalui. Pemilihan diksi pada novel ini patut diacungi jempol sendria.blogspot.com. Diksi yang dipilih sangat tepat, beragam, runtun dan tidak berbelit-belit, membuat cerita cinta remaja yang biasa-biasa saja menjadi lebih hidup dan enak untuk dinikmati. Novel yang dituliskan dalam empat sudut pandang ini membuat pembacanya mendapatkan keseluruhan cerita yang lengkap dengan perasaan tokoh-tokohnya secara mendetail. Jalan cerita yang tidak mudah ditebak membuat pembaca penasaran dan ingin cepat-cepat membaca kelanjutannya.
Tak hanya menceritakan kisah cinta remaja, novel ini juga membawa pembacanya ke dalam pemikiran baru dari sebuah konflik secara realistis. Dari novel ini saya menangkap beberapa makna yang terkandung antara lain. Makna persahabatan yang mengajak pembaca untuk menghargai persahabatan, mau menjalin lagi sebuah persahabatan yang dulu pernah hancur, dan berpikir dewasa sendria.blogspot.com. Makna percintaan yang mengajak pembaca mengerti bahwa cinta itu tidak bisa dipaksakan, tidak berdasarkan rasa bersalah atau kasihan, segala kesalahan memiliki konsekuensinya sendiri, cinta juga tidak selalu memiliki, dan menyadarkan pembaca bahwa terkadang perasaan manusia dapat berubah, jodoh tidak ditentukan oleh manusia dan kejujuran memang sakit bahkan dalam cerita ini kejujuran membuat kehancuran namun berbuah manis di akhir. Makna kehidupan yang memberi pemikiran bahwa semua itu sudah ditakdirkan, semua akan indah pada waktunya dan kita tidak boleh hanya menyesal namun harus menggunakan penyesalan itu untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan. Kata-kata terakhir dalam novel ini sepertinya menyimpulkan apa yang mau disampaikan Penulis lewat novelnya yakni mengikuti kata hati dan tentang takdir tersebut. “Ada suatu saat kita tidak dapat memilih yang terbaik, ada suatu saat kita berbuat kesalahan dan hidup dalam kenangan penuh penyesalan. Tapi saat ini, aku hanya ingin mengikuti hati kemanapun ia membawaku. Dan kali ini, ia membawaku menuju cinta.”

Resensator : Sendria Kwanda

Refleksi Tentang Lingkungan Hidup dari Film Wall-E



Seperti karya seni lainnya film juga memiliki daya pengaruh, bahkan terkadang film lebih dapat menyentuh dan menggerakkan perasaan penikmatnya. Seperti film Wall-E produksi Disney-Pixar yang bercerita tentang keadaan bumi diabad ke 22. Film ini berhasil menyentuh sisi-sisi kemanusiaan penontonnya baik dari segi persahabatan, romantisme, humor, teknologi dan lingkungan hidup.
            Segi lingkungan hidup adalah segi yang paling menonjol dari film ini, dilihat dari latar, tema, hingga maknanya. Walau film ini dibuat secara imajiner tetapi semua kejadian di dalamnya dapat diterima akal sehat, bahkan bisa saja terjadi bila manusia tak acuh terhadap lingkungannya.
            Film ini mengajak kita untuk sedikit berimajinasi tentang kehidupan bila bumi sudah tak layak huni misalnya betapa berharganya sebuah bibit tanaman, sulitnya mencari planet yang senyaman bumi, tidak enaknya hidup tergantung dengan alat-alat seperti berjalan menggunakan kursi, berkomunikasi dengan computer dan siang malam yang diatur oleh pilot otomatis.
            Maka hendaklah kita bersyukur kepada Tuhan atas hadiah-Nya yang dahsyat ini, Yakni berupa alam yang sangat nyaman bahkan berlimpah.www.sendria.blogspot.com Belum ada planet lain dari jangkauan manusia yang senyaman bumi, betapapun canggihnya teknologi takkan dapat menyaingi anugerah Tuhan berupa udara yang sejuk, pohon-pohon rindang, atmosfer, sejuknya air, makanan hasil cocok tanam, badan yang sehat dsb.
            Seperti cerminan Wall-E mungkin di masa depan manusia akan baru akan menyadari berharganya alam bila tak acuh dengan kondisi lingkungan kini. Manusia akan kebingungan mencari planet baru, mencari tanaman (yang padahal sekarang bertebaran dimana-mana), bahkan tidak tahu bagaimana tanah itu dan hidup dengan tergantung alat-alat canggih yang meskipun canggih tidak dapat mengalahkan kenyamanan kaki, tangan dan panca indera yang diberikan Tuhan.
            Lantas, apakah kita masih terus tak acuh dengan lingkungan hidup kita dan berpikir bahwa menjaga lingkungan bukan tanggung jawab kita? Apakah kita masih berpikir bahwa yang semestinya bertanggung jawab hanyalah pemilik pabrik-pabrik besar, para penguasa dsb? Mungkin banyak dari kita yang masih tidak tau harus berbuat apa bahkan banyak yang masih berpikir bahwa semboyan peduli lingkungan hidup hanyalah sesuatu yang idealistik dan tidak real. Coba pikirkan sekali lagi, bila satu per satu dari kita masih tak acuh lalu siapa yang memulai?
Ibarat memberi warisan untuk anak cucu kita, tega kah kita memberi warisan berupa rumah yang mengerikan padahal saat kita tinggali rumah itu adalah rumah yang sangat nyaman dan mereka dan terpaksa mereka tinggal di situ mau tidak mau.www.sendria.blogspot.com Dari kecil kita pasti punya cita-cita, banyak dari kita yang bermimpi untuk berkeluarga di kemudian hari, memiliki anak-anak yang lucu, cerdas, patuh, banyak rejeki, rupawan, dan bahagia pastinya. Tetapi jarang dari kita yang berpikir bagaimana kehidupannya kelak, alam seperti apa yang kelak ia tinggali? Membahagiakankah lingkungan yang ia tinggali?     
Patutlahkita berpikir realistis dan tidak egois, bila kita bercita-cita memiliki anak dan keturunan maka pikirkan juga kehidupan mereka. Bila kita ingin anak kita kelak bahagia maka pikirkan juga apa yang bisa kita lakukan untuk itu mulai sekarang, pikirkan tentang dunia dan lingkungan yang kelak ditinggalinya agar mereka turut merasakan ‘rumah’ yang nyaman. Mengingat lingkungan hidup mencakup semua aspek-aspek kehidupan manusia.
Jangan biarkan kita menyesalinya dan membiarkan anak-cucu kita yang menanggung hasil perbuatan kita. Kita harus sadar apa yang lebih penting dan yang lebih berharga. Bila kita terus tak acuh terhadap keseimbangan lingkungan mungkin kelak manusia baru sadar bahwa manusia tidak akan pernah bisa memakan mesin dan uang.

12/09/13

A Girl Says Love (Exaple of Discussion Text)

A girl says love first is still debatable. Although some people doubt about it but some girl do it. Some people doubt about it because culture factor and some belief that girl must wait for boys to say love, not saying love first. Some other says if girl says love first it will make girl's pride down, but some girl still do it, their reason ussually because they don't like waiting too long.

From interview to some students in twelve social one St. Albertus Senior High School known there are five students doubt about it. Their reasons are various, such as: it can make girl's prestige down, let girl wait and let guy say their feeling first, girl must want to make sure from a boy, girls have imbalance emotion and because man have to approach the girl. From information at B'Girl Magazine February 2009 edition also known why girl says love first is still a big no-no in Indonesia. First, because in Indonesia girl who says love first is considered as aggressive girl. Second, because boy's prestige is very high. Boys are more proud if they can fight for their love by themselves, if girl says love first it make their prestige down. Third, there is a consideration in Indonesia that boy must says love first and girl just need to answer. So, it seems that the girl have to answer, not give initiative to make relationship.

Whereas, some other agree if a girl says love first. Why? The reasons are also various. From 5 students in twelve social one St. Albertus SHS who agree of a girl says love have many reasons. First, because now not only men who have to fight his love but woman also can fight her love. Second, because woman must be brave and honest too. Third, because boys are difficult to express their feeling. The other belief that girl and boy has some right and who says love first is doesn't matter.

From that source we can conclude that some people disagree because of culture factor, social factor, emotion factor and self-prestige. Some other agree because boys are difficult to express their feeling, and the other belief that girl and boy have same right and now already known woman's emancipation. So, because of this situation its okay to keep girl prestige or be honest to says love. It is your choice. But if you want to says love but you want to save your prestige as a girl, my recommendation you can give him a simple signal. What the examples of that simple signal? First, try to ask him how if someone like him and look his reaction. Then, in other right time try to ask him how if someone like you and look his reaction, then analyze it. You also can use an old manner like stalking to him. About his hobby, what does he like, his habit, etc and arrange a strategy to make him closer. For example: if he like spent time at gym you can go to the gym too, say hi to him and pretend that you not expected to see him, then in other time you can make a topic about that until he think you have same hobby with him, so you will have another chance. Good Luck!

02/09/13

Refleksi tentang film ? (Tanda Tanya)

                     Film ? (juga dikenal sebagai Tanda Tanya) adalah film drama Indonesia yang dirilis pada tanggal 7 April 2011 dengan disutradarai oleh Hanung Bramantyo, dan dibintangi oleh pemeran utama: Reza Rahadian dan Revalina S. Temat.
                    Dalam setiap kemajemukan dan perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat selalu erat hubungannya dengan konflik. Perbedaan pendapat, kebiasaan, ciri-ciri fisik dan keyainanlah yang sering kali menjadi suatu perdebatan dan konflik sosial.
                     Awalnya saya berpikir bahwa meskipun di sekolah dan dimana-mana ada himbauan agar saling berdamai dan saling menghargai namun dalam hati masing-masing orang tentu masih ada pemisah dan prasangka terhadap orang lain atau golongan lain yang berbeda. Tentu tidak mudah menyingkirkan prasangka-prasangka yang sudah lama tertanam dalam hati seseorang dan kerap kali ini menimbulkan konflik pada masyarakat majemuk di sekitar kita.
                     Melalui film Tanda Tanya pemikiran saya menjadi lebih terbuka. Kita memang hidup dalam masyarakat majemuk dan tidak dapat dipungkri bahwa konflik banyak terjadi, namun kita dapat berlapang dada dalam menghadapi konflik tersebut. Kita perlu mengetahui alasan orang lain melakukan sesuatu sebelum menilai seseorang, kita perlu sedikit belajar tentang jalan pikiran mereka dan mendengarkan pendapat mereka. Berpikir rasional adalah kunci dalam menyikapi kemajemukan masyarakat. Kita tidak perlu mempersalahkan sesuatu perbedaan yang sepele, sebaliknya kita harus bijak dalam bertindak, mana yang lebih penting dan yang kurang penting, makna ini terkandung pada adegan saat seorang muslim dimintai tolong untuk memerankan Yesus, banyak cibiran dari pihak muslim maupun kristiani yang menyebabkan drama Paskah itu nyaris batal dan 5 menit sebelum drama digelar seorang kristiani marah dan meminta pagelaran drama itu dibatalkan karena yang memerankan Yesus seorang muslim namun datanglah seorang pastor dan berkata “untuk apa mengorbankan sesuatu yang penting untuk persoalan yang kurang penting?” 
                    Makna lain yang dapat diambil dari film ini adalah kita tidak boleh bersikap tidak menghargai orang yang berkeyakinan lain hanya karena sebagian dari mereka tidak baik pada kita. Kita juga tidak boleh memaksakan kehendak kita pada orang lain dan menganggap pendapat kita paling benar, sebaliknya terimalah dan berilah ruang bagi orang lain untuk menjalani pilihan mereka. Film ini menegaskan bahwa kemajemukan bukan penghalang yang mutlak, membaur dengan orang yang berbeda agama, ras, suku, budaya harusnya menjadi suatu kewajaran dalam negeri yang kaya budaya ini. Masalah menentukan pilihan hidup, baik keyakinan dan keputusan tiap orang yang berbeda-beda tidak perlu terlalu dipermasalahkan, karena sekali lagi kita hidup dalam kemajemukan masyarakat.

26/08/13

History ( Persiapan Kemerdekaan Indonesia sampai Proklamasi)

1. Tentang Janji Koiso :
    a. Latar belakang : krisis ekonomi dan politik di dalam negeri Jepang.
      b. Waktu dinyatakan : 7 september 1944
      c. Tokoh yang menyatakan : Jenderal Kunaiki Koiso
     d. Isi pokok : Indonesia akan memperoleh kemerdekaan di kemudian hari
     e. Maksud dibalik Janji Koiso : agar rakyat indonesia tidak melakuakan perlawanaan terhadap jepang   

            dan hal itu d nyatakan di depan sidang teikoku ginkai (parlemen Jepang).

2. Tentang BPUPKI :
    a. Latar belakang :
         Badan ini dibentuk sebagai upaya mendapatkan dukungan bangsa Indonesia dengan menjanjikan 
         bahwa Jepang akan membantu proses kemerdekaan Indonesia. Dan sesuai yang termuat dalam 
         Maklumat Gunseikan nomor 23 tanggal 29 Mei 1945, dilihat dari latar belakang dikeluarnya Maklumat  
         No. 23 itu adalah karena kedudukan Fasisme (kekuasaan) Jepang yang sudah sangat terancam. Maka 
        sebenarnya, kebijaksanaan Pemerintah Jepang dengan membentuk BPUPKI bukan merupakan 
         kebaikan hati yang murni tetapi Jepang hanya ingin mementingkan dirinya sendiri, yaitu pertama; 
          Jepang ingin mempertahankan sisa-sisa kekuatannya dengan cara memikat hati rakyat Indonesia, 
          dan  untuk melaksanakan politik kolonialnya.

   b. Waktu pembentukan: Dibentuk tanggal 29 April 1945 bertepatan dengan ulang tahun kaisar Hirohito  

   c. Tugas utama :
      mempelajari dan menyelidiki hal-hal yang berkaitan dengan aspek-aspek politik, ekonomi, tata  
      pemerintahan, dan hal-hal yang diperlukan dalam usaha pembentukan negara Indonesia merdeka.

  d. Tokoh :
      Ketua : Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat
      Wakil Ketua : Ichibangsae Yoshio (orang Jepang) dan Raden Pandji Soeroso
      Anggota :    

Bandoro Pangeran Hario Purubojo
Bendoro Kanjeng Pangeran Ario Suryohamijoyo.
Bendoro Pangeran Hario Bintoro
Dr. Kanjeng Raden Tumenggung Rajiman Wedyodiningrat
Drs. Kanjeng Raden Mas Hario Sosrodiningrat
Ir. Pangeran Muhammad Nur
Ir. Raden Mas Panji Surahman Cokroadisuryo
Ir. Sukarno.
K.H. Abdul Halim (Muhammad Syatari)
Kanjeng Raden Mas Tumenggung Ario Wuryaningrat.
Kiai Haji Mas Mansoer.
Kiai Haji Masjkur.
Mas Aris.
Mr. Kanjeng Raden Mas Tumenggung Wongsonagoro.
Mr. Mas Besar Martokusumo.
Mr. Raden Ahmad Subarjo
Mr. Raden Hindromartono,
Mr. Raden Mas Sartono.
Mr. Raden Panji Singgih.
Mr. Raden Samsudin
Mr. Raden Suwandi.
Mr. Raden, Sastromulyono.
Ny. Mr. Raden Ayu Maria Ulfah Santoso
Prof. Dr. Mr. Raden Supomo.
Prof. Dr. Pangeran Ario Husein Jayadiningrat
Prof. Dr. Raden Jenal Asikin Wijaya

e. Sidang BPUPKI :
   
I. Sidang pertama BPUPKI (29 Mei 1945- 1 Juni 1945) : membicarakan mengenai rumusan dasar negara Indonesia merdeka. Ketua BPUPKI dalam pembukaannya meminta pandangan pada para anggota mengenai rumusan dasar negara Indonesia tersebut. Tokoh-tokoh yang mengusulkan rumusan dasar negara tersebut diantaranya adalah Mr. Muh. Yamin, Prof. Dr. Supomo dan Ir. Soekarno.

Mr. Muh. Yamin mengusulkan 5 pokok dasar negara pada 29 Mei 1945 :
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat 

Prof. Dr. Supomo berpidato tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan dasar negara (31 Mei 1945), berisikan 5 asas yaitu :
1. Paham negara persatuan
2. Perhubungan negara dan agama
3. Sistem badan permusyawaratan
4. Sosialisme negara
5. Hubungan antar bangsa

Ir. Soekarno akhirnya menyebutkan tentang falsafah dasar negara Indonesia merdeka (1 Juni 1945) yang juga terdiri dari 5 asas :
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme dan Peri-Kemanusiaan
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan YME.
kelima asas itu diberi nama Pancasila dan 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.

22 Juni 1945 Dibentuk Panitia kecil beranggotakan sembilan orang (Panitia Sembilan) dengan tugas membahas usul dan konsep para anggota mengenai dasar negara Indonesia. Anggotanya antara lain : Ir. Soekarno, Drs. Moh. hatta, Mr. Muh. Yamin, Mr. Ahmad Subarjo, Mr. A.A. Maramis, Abdulkahar Muzakir, Wahid Hasyim, H. Agus Salim dan Abikusno Cokrosuyoso. Panitia Sembilan ini menghasilkan dokumen yang berisi asas dan tujuan negara Indonesia merdeka. Dokumen tersebut dikenal sebagai Piagam Jakarta (Jakarta Charter), yang isinya sebagai berikut.
1.    Ketuhanan dengan mewajibkan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
2.    Dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
3.    Persatuan Indonesia.
4.    Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam pemusyawaratan/perwakilan.
5.    Mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sidang Kedua BPUPKI (10 Juli - 17 Juli 1945)

Sidang kedua BPUPKI membahas rancangan undang-undang dasar, termasuk mengenai pembukaan (preambule) oleh Panitia Perancang UUD yang diketuai Ir. Soekarno. Panitia perancang ini kemudian membentuk panitia kecil untuk merumuskan rancangan UUD dengan segala pasal-pasalnya. pemimpin panitia kecil adalah Mr. Supomo dengan anggotanya Mr. Wongsonegoro, Mr. Ahmad Subarjo, Mr. A.A. Maramis, Mr. R.P. Singgih, H. Agus Salim dan Sukiman.
Pada tanggal 11 Juli 1945 Panitia Perancang UUD secara bulat menerima Piagam Jakarta sebagai Pembukaan UUD. Untuk menyempurnakan UUD dengan segala pasal-pasalnya diserahkan kepada paniti kecil yang hasilnya kemudian diserahkan kepada Panitia Penghalus Bahasa yang anggotanya Husein Jayadiningrat, H. Agus Salim dan Supomo.
Pada tanggal 14 juli 1945, BPUPKI melanjutkan sidang untuk menerima laporan dari Panitia Perancang UUD. Ir. Soekarno sebagai ketua Panitia Perancang UUD melaporkan tiga hal penting sebagai berikut.
1.    Pernyataan Indonesia merdeka.
2.    Pembukaan UUD (diambil dari Piagam Jakarta).
3.    Batang tubuh yang kemudian disebut undang-undang dasar.


f. Tanggal dibubarkannya BPUPKI : 7 Agustus 1945

g. Alasan dibubarkannya BPUPKI : dianggap telah dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik, yaitu menyusun rancangan UUD bagi negara Indonesia Merdeka,sumber lain menyebutkan karena dianggap terlalu cepat ingin melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia maka Jepang membubarkannya.

3. Tentang PPKI :
a. Latar Belakang :
BPUPKI dianggap terlalu cepat ingin melaksanakan proklamasi kemerdekaan sedangkan Jepang kian terdesak sekutu, maka Jepang membubarkannya dan membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) Dokuritsu Junbi Iinkai, Komite Persiapan Kemerdekaan) pada tanggal 7 Agustus 1945 yang diketuai oleh Ir. Soekarno sebagai gantinya.

b. Tugas Utama:
Meresmikan pembukaan dan batang tubuh UUD 1945, mempersiapkan pemindahan kekuasaan dari pihak pemerintah pendudukan militer Jepang kepada bangsa Indonesia, dan mempersiapkan segala sesuatu yang menyangkut masalah ketatanegaraan bagi negara Indonesia baru.  

c. Tokohnya :
1.    Ir. Soekarno (Ketua)
2.    Drs. Moh. Hatta (Wakil Ketua)
3.    Prof. Mr. Dr. Soepomo (Anggota)
4.    KRT Radjiman Wedyodiningrat (Anggota)
5.    R. P. Soeroso (Anggota)
6.    Soetardjo Kartohadikoesoemo (Anggota)
7.    Kiai Abdoel Wachid Hasjim (Anggota)
8.    Ki Bagus Hadikusumo (Anggota)
9.    Otto Iskandardinata (Anggota)
10.    Abdoel Kadir (Anggota)
11.    Pangeran Soerjohamidjojo (Anggota)
12.    Pangeran Poerbojo (Anggota)
13.    Dr. Mohammad Amir (Anggota)
14.    Mr. Abdul Maghfar (Anggota)
15.    Mr. Teuku Mohammad Hasan (Anggota)
16.    Dr. GSSJ Ratulangi (Anggota)[4]
17.    Andi Pangerang (Anggota)
18.    A.H. Hamidan (Anggota)
19.    I Goesti Ketoet Poedja (Anggota)
20.    Mr. Johannes Latuharhary (Anggota)
21.    Drs. Yap Tjwan Bing (Anggota)
Selanjutnya tanpa sepengetahuan Jepang, keanggotaan bertambah 6 yaitu:
1.    Achmad Soebardjo (Penasehat)
2.    Sajoeti Melik (Anggota)
3.    Ki Hadjar Dewantara (Anggota)
4.    R.A.A. Wiranatakoesoema (Anggota)
5.    Kasman Singodimedjo (Anggota)
6.    Iwa Koesoemasoemantri (Anggota)

Maksud dari penambahan 6 anggota PPKI adalah agar Proklamasi dapat cepat terlaksanakan.

d. Jumlah anggota awal : 21 orang (12 orang dari Jawa, 3 orang dari Sumatra, 2 orang dari Sulawesi, 1 orang dari Kalimantan, 1 orang dari Nusa Tenggara, 1 orang dari Maluku, 1 orang dari golongan Tionghoa)
 
e. Sidang PPKI

Sidang I (18 Agustus 1945) :
1. Mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia yang telah
dipersiapkan oleh Dokuritsu Junbi Coosakai (BPUPKI), yang kemudian dikenal dengan
Undang-Undang Dasar 1945.
2. Memilih Ir. Soekarno sebagai presiden dan Drs. Mohammad Hatta sebagai wakil
presiden. Pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan secara aklamasi atas usul
dari Otto Iskandardinata.
3. Membentuk sebuah Komite Nasional untuk membantu presiden selama Majelis
Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) belum terbentuk.
Pada hari berikutnya, tanggal 19 Agustus 1945 PPKI melanjutkan sidangnya dan berhasil
memutuskan beberapa hal berikut.
1. Pembagian wilayah, terdiri atas 8 provinsi.
a. Jawa Barat, gubernurnya Sutarjo Kartohadikusumo
b. Jawa Tengah, gubernurnya R. Panji Suroso
c. Jawa Timur, gubernurnya R.A. Suryo
d. Borneo (Kalimantan), gubernurnya Ir. Pangeran Muhammad Noor
e. Sulawesi, gubernurnya Dr. G.S.S.J. Sam Ratulangi
f. Maluku, gubernurnya Mr. J. Latuharhary
g. Sunda Kecil (Nusa Tenggara), gubernurnya Mr. I. Gusti Ktut Pudja
h. Sumatra, gubernurnya Mr. Teuku Mohammad Hassan
2. Membentuk Komite Nasional (Daerah).
3. Menetapkan 12 departemen dengan menterinya yang mengepalai departemen dan 4
menteri negara. Berikut ini 12 departemen tersebut.
a. Departemen Dalam Negeri dikepalai R.A.A. Wiranata Kusumah
b. Departemen Luar Negeri dikepalai Mr. Ahmad Subardjo
c. Departemen Kehakiman dikepalai Prof. Dr. Mr. Supomo
d. Departemen Keuangan dikepalai Mr. A.A Maramis
e. Departemen Kemakmuran dikepalai Surachman Cokroadisurjo
f. Departemen Kesehatan dikepalai Dr. Buntaran Martoatmojo
g. Departemen Pengajaran, Pendidikan, dan Kebudayaan dikepalai Ki Hajar Dewantara
h. Departemen Sosial dikepalai Iwa Kusumasumantri
i. Departemen Pertahanan dikepalai Supriyadi
j. Departemen Perhubungan dikepalai Abikusno Tjokrosuyoso
k. Departemen Pekerjaan Umum dikepalai Abikusno Tjokrosuyoso
l. Departemen Penerangan dikepalai Mr. Amir Syarifudin
Sedangkan 4 menteri negara yaitu:
1. Menteri negara Wachid Hasyim
2. Menteri negara M. Amir
3. Menteri negara R. Otto Iskandardinata
4. Menteri negara R.M Sartono
Di samping itu diangkat pula beberapa pejabat tinggi negara yaitu:
1. Ketua Mahkamah Agung, Dr. Mr. Kusumaatmaja
2. Jaksa Agung, Mr. Gatot Tarunamihardja
3. Sekretaris negara, Mr. A.G. Pringgodigdo
4. Juru bicara negara, Soekarjo Wirjopranoto

Sidang PPKI II tanggal19 Agustus 1945 memutuskan
1. PPKI Membentuk 12 Kementrian dan 4 Mentri Negara.
2. Membentuk Pemerintah Daerah, saat itu Indonesia dibagi 8 provinsi dan di pimpin oleh seorang Gubernur.


Sidang PPKI III  tanggal 22 Agustus 1945 memutuskan:
1. Pembentukan Komite Nasional
2. Membentuk Partai Nasional Indonesia
3. Pembentukan Badan Keamanan Rakyat.

4. Tentang Peristiwa RENGASDENGKLOK :
a. Pengertian : Peristiwa penculikan Ir. Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok oleh para pemuda guna mendesak golongan tua untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

b.Latar Belakang : Kekosongan kekuasaan Indonesia setelah Jepang menyerah pada Sekutu (14 Agustus 1945)

c. Sebab terjadinya : Perbedaan antara golongan muda dan golongan tua, golongan muda menginginkan Proklamasi dibacakan secepatnya karena kekosongan kekuasaan tanpa melalui PPKI karena PPKI dianggap buatan Jepang sedangkan golongan tua menginginkan Proklamasi dilakukan melalui PPKI. Selain itu golongan muda juga tidak menginginkan/ takut Soekarno-Hatta terpengaruh oleh Jepang. Golongan muda juga khawatir jika kemerdekaan yang sebenarnya hasil perjuangan mati-matian oleh bangsa Indonesia seolah-olah merupakan hadiah dari Jepang.

d. Waktu terjadinya :
16 Agustus 1945 pukul 03.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia oleh golongan muda (Soekarni, Yusuf Kunto, Syodanco Singgih)
Lalu pada sore harinya Ahmad Soebarjo dan Sudiro  (gol. tua) menjemput Soekarno-Hatta setelah mendapat berita dari Laksamana Muda Maeda bahwa Jepang sudah menyerah kepada Sekutu, dan diberitahu Wikana maka segera menyusul ke Rengasdengklok dan menyampaikan berita menyerahnya Jepang kepada Sekutu dengan jaminan bahwa selambat-lambantnya esok hari tanggal 17 Agustus 1945 paling lambat Pk12.00 Soekarno-Hatta akan memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia, maka golongann muda bersedia membiarkan Soekarno-Hatta kembali ke Jakarta untuk mempersiapkan Proklamasi.

e. Alasan dipilihnya Rengasdengklok :
- Rengasdengklok aman karena daerah sekitarnya dikuasai oleh tentara PETA
- Jarak Rengasdengklok –Jakarta relatif dekat
- Rakyat dan penguasa di Rengasdengklok anti Jepang dan pro perebutan kekuasaan (berpihak kepada pemuda)
- Wilayah Rengasdengklok dekat dengan laut sehingga memudahkan pelarian bila suatu saat terjadi penyerangan.
- Wilayahnya terpencil

f. Arti penting :
Tercapainya kesepakatan antara golongan tua dan muda mengenai pelaksanaan Proklamasi.

5. Tentang Rapat Persiapan Proklamasi
a. Latar Belakang : Telah tercapainya kesepakatan antara golongan tua dan golongan muda tentang pekalsanaan Proklamasi

b. Waktu  : 16 Agustus1945 (pukul 23.00) sampai dengan 17 Agustus 1945 (pukul 06.00)

c.  Tempat : Rumah Laksamana Muda Maeda Jl .Imam Bonjol no. 1 Jakarta

d. Tokoh :
     Ahmad Soebardjo : Mencari tempat untuk persiapan Proklamasi, merumuskan kalimat pertama
                                    Proklamasi
     Moh. Hatta : Merumuskan kalimat kedua Proklamasi, mengusulkan Proklamasi di tandatangani oleh
                         semua yang hadir
     Soekarno : Menuliskan rumusan kalimat Proklamasi, mengusulkan Proklamasi diadakan di rumahnya
     Sayuti Melik : Mengetik naskah Proklamasi
     Fatmawati : Menjahit bendera merah-putih
     Soekarni : Mengusulkan naskah Proklamasi ditandatangani Soekarno-Hatta saja, dan mengusulkan
                     Proklamasi diadakan di Lapangan IKADA

e. Permasalahan yang muncul saat rapat persiapan proklamasi :

Bagaimana rumusan teks Proklamasi ?
pada awalnya golongan muda mengajukan teks proklamasi yang berbunyi :
"Bahwa dengan ini rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya, segala badan pemerintah yang ada harus direbut oleh rakyat dari orang-orang asing yang masih mempertahankannya."
namun teks ini dinilai terlalu keras
solusi: disusunlah teks proklamasi otentik.

Siapa yang menandatangani teks Proklamasi?
Moh. Hatta mengusulkan agar semua yang hadir turut serta menandatangani teks Proklamasi tetapi ditolak oleh golongan pemuda.
solusi : Soekarni mengusulkan agar yang menandatangani teks Proklamasi Soekarno-Hatta saja, lalu semua setuju.

Dimana Proklamasi dibacakan?
Soekarni mengusulkan Proklamasi diadakan di Lapangan IKADA agar terlihat megah, tetapi ditolak karena dapat menimbulkan bentrokan rakyat.
solusi : Soekarno mengusulkan Proklamasi diadakan di rumahnya Jl. Pegangsaan Timur 56 agar aman.

Siapa yang membacakan teks Proklamasi ?
Semua sepakat bahwa Soekarno-Hatta lah yang pantas membacakan teks Proklamasi

f. Hasil :
Naskah Proklamasi Otentik yang ditandatangani oleh Soekarno-Hatta
Proklamasi diadakan di rumah Soekarno Pk 10.00
Naskah Proklamasi dibacakan oleh Soekarno-Hatta

6. Tentang Pelaksanaan Proklamasi
a. Waktu Pelaksanaan : 17 Agustus 1945 jam 10.00 WIB

b. Tempat: Jln. Pegangsaan Timur no.56 Jakarta (Rumah Ir. Soekarno)

c. Urutan acara yang berlangsung :
  1.pidato singkat dari Soekarno
  2. Pembacaan teks Proklamasi
  3. Pidato penutup dari Soekarno
  4. Pengibaran Sang merah Putih
  5. Pidato dari Walikota Jakarta Suwiryo dan Dr Muwardi

d. Tokoh dan peranan:
  - Suhud: mempersiapkan tiang bendera (dari bambu)
  - Wilopo: mempersiapkan peralatan( Sound system dll)
  - Latief H dan Suhud: mengibarkan bendera, memimpin menjaga keamanan di sekitar rumah Soekarno
  - Abdurrahman: memimpin menjaga keamanan di sekitar rumah Soekarno
  - Soekarno: membacakan teks proklamasi
  - Suwiryo dam Muwardi : memberikan pidato

e. Alasan hanya Soekarno yang membacakan :
- Hatta orang yang tidak ingin menonjolkan diri (demi kebaikan )
- Hatta orang yang lebih mudah mengalah ( demi kelancaran, tujuan tercapai)
- Soekarno lebih ahli dalam berpidato
- Soekarno sedang tidak berpuasa (karena sakit)